Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Penentuan kadar asam sulfida metode iodomtri

PROSEDUR PEMERIKSAAN

I. Pemeriksaan menggunakan metode Iodometri
Nama Percobaan : Penentuan kadar H2S (Hidrogen Sulfida) pada air sumur
II. Prosedur Pemeriksaan
Dasar Teori :
Sulfat merupakan senyawa yang stabil secara kimia karena merupakan bentuk oksida paling tinggi dari unsur belerang. Sulfat dapat dihasilkan dari oksida senyawa sulfida oleh bakteri. Sulfida tersebut adalah antara lain sulfida metalik dan senyawa organosulfur. Sebalikya oleh bakteri golongan heterotrofik anaerob, sulfat dapat direduksi menjadi asam sulfida.Secara kimia sulfat merupakan bentuk anorganik daripada sulfida didalam lingkungan aerob.
Sulfat didalam lingkungan (air) dapat berada secara ilmiah dan atau dari aktivitas manusia, misalnya dari limbah industry dan limbah laboratorium. Secara ilmiah sulfat biasanya berasal dari pelarutan mineral yang mengandung S, misalnya gips (CaSO4.2H2O) dan kalsium sufat anhidrat ( CaaSO4). Selain itu dapat juga berasal dari oksidasi senyawa organik yang mengandung sulfat adalah antara lain industri kertas,tekstil dan industri logam

Hidrogen Sulfida P Asam sulfida P; H2S BM : 34,08
Pemerian gas tidak berwarna, beracun lebih berat dari udara. Dibuat dengan mencampur besi (II) sulfida dengan asam sulfat encer.

Hidrogen sulfida LP
Larutan jenuh hidrogen sulfida , yang dibuat dengan mengalitkan H2S kedalam air dingin. Simpan dalam botol berwarna gelap.

Pemeriksaan kadar Hidrogen Sulfida dengan menggunakan metode Iodometri.
 Prosedur standarisasi larutan Na2S2O3 dan I2
Standarisasi larutan Na2S2O3 dengan KIO3
1. Mengambil 10,0 ml larutan baku KIO3 dengan pipet volumetri dan masukkan kedalam erlenmeyer
2. Menambahkan 5 ml H2SO4 2N
3. Menambahkan 5 ml KI/ NACl 10%
4. Menitrasi dengan larutan standar Na2S2O3 yang akan ditentuakan sampai warna kuning muda
5. Menambahkan 2 ml amylum 1% sebagai indikator
6. Titrasi sampai warna biru tetap hilang
Standarisasi larutan I2 dengan larutan Na2S2O3
1. Mengambil 10,0 ml larutan baku KIO3 dengan pipet volumetri dan masukkan kedalam erlenmeyer
2. Menambahkan 5 ml H2SO4 2N
3. Menambahkan 2 ml amylum 1% sebagai indikator
4. Titrasi dengan I2 sampai warna biru


 Prosedur pengambilan sempel
1. Mengambil sempel sebanyak 5,0 ml dan memasukkan kedalam erlenmeyer
2. Menabahkan 2 tetes HCl 6N
3. Menambahkan 1 ml larutan I2 yang telah di standarisasi
4. Menitrasi dengan Na2S2O3 sampai warna kuning muda terang
5. Menambahkan 2 ml amylum 1% sebagai indikator
6. Titrasi dengan Na2S2O3 sampai warna biru hilang

III. Perhitungan
1. Standarisasi larutan Na2S2O3 dengan larutan KIO3
( V X N ) KIO3 = ( V X N ) Na2S2O3
2. Standarisasi larutan I2 dengan larutan Na2S2O3
( V X N ) Na2S2O3 = ( V X N ) I2
3. Perhitungan sempel
H2S ( mg/l ) = F1 X (a x b ) – ( c x d ) x F2
V
Kesetaraan : 1 ml Na2S2O3 0,1N ~ 24,954 MG CuSO4.5H2O

IV. Kegunaan dalam kehidupan sehari – hari
 Berperan dalam pengaturan tekanan darah
 Sebagai obat anti-pembengkakan (anti-inflamasi)
 Sebagi pelemahan saraf dan diabetes

V. Daftar Pustaka
 Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Depatermen Kesehatan RI, Jakarta
 Suharno, 1993, Buku Penuntun Praktikum Ilmu kimia, Depatermen Kesehatan RI, Jakarta
 Jurnal KTI ( pemeriksaan kadar hidrogen sulfida pada air sumur )

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Ali Yakhya mengatakan...

Assalamualaikum kak, mohon beri keterangan rumus sulfida ya

Posting Komentar