Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Tehnologi OLED (Organic Light Emitting Diodes)



Pengembangan Light Emitting Diode (LED) mengarah pada power dan efisiensi yang lebih tinggi. Pada beberapa tahun terakhir, muncul pula Organic Light Emitting Diodes (OLED) yaitu LED yang terbuat dari material organik. Jika dibandingkan dengan LED, OLED memiliki beberapa kelebihan, misalnya display elektroluminansinya lebih luas, mempunyai emisi yang berwarna-warni, efisiensi luminansi yang lebih tinggi, dan molekul organik yang ada tidak terbatas jumlahnya. Ketidakstabilan mekanis material organik menyebabkan munculnya beberapa kekurangan OLED, salah satu contohnya adalah temperatur transisi glass molekul pada OLED yang rendah. Ketidakstabilan juga merupakan faktor penyebab menurunnya tingkat life time bahan. Di samping itu, mobilitas material organik yang rendah membatasi kinerja maksimum OLED. Pada riset ini dipelajari teori dasar yang diperlukan untuk membandingkan OLED dan LED. Kemudian dibuat model-model untuk OLED dan LED. Model OLED terdiri dari lapisan Hole Transport Layer (HTL) dan Electron Transport Layer (ETL).

Model LED berbasis pada material Gallium Arsenide (GaAs) yang terdiri dari lapisan p dan n. Simulasi numerik yang membandingkan OLED dan LED pada diagram tingkat energi, rapat carrier, space charge, medan listrik, dan rapat arus mendemonstrasikan perbedaan pokok antara OLED dan LED. Hasil simulasi OLED dan LED yang telah didapat, kemudian dibandingkan dengan sel surya organik (OPV) dan sel surya anorganik (IPV). Dari simulasi diagram tingkat energi OLED dan LED, terlihat bahwa sambungan pn yang terbentuk pada bahan anorganik

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar